Breaking News

LSM Trinusa Tantang Kejari Bekasi: "Bongkar Aliran Pungli ke Kadis dan Sekdis, atau Kami Demo Berjilid-jilid!


Kota ​BEKASI, 16/07/2026 – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengalihan nama pengelolaan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Pasar Bantargebang yang menyeret Kepala Bidang Pasar Disdagperin Kota Bekasi, JHS, terus menggelinding panas. Penahanan JHS oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi memicu reaksi keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Trinusa Kota Bekasi.

Ketua LSM Trinusa Kota Bekasi, Mandor Baya, secara terbuka memberikan apresiasi atas langkah tegas korps adhyaksa yang telah menjebloskan JHS ke Lapas Bulakkapal. Kendati demikian, Mandor Baya menegaskan bahwa penahanan sang Kabid barulah puncak dari gunung es dari gurita pungli di lingkungan Disdagperin Kota Bekasi.

Kami mengapresiasi kinerja Kejari Kota Bekasi yang responsif dan berani menetapkan tersangka. Namun ingat, kasus ini tidak boleh berhenti di tingkat Kabid saja. Pengakuan kuasa hukum tersangka secara benderang membuka kotak pandora adanya dugaan aliran dana ke pejabat teras yang lebih tinggi, tegas Mandor Baya kepada awak media.

Mendorong Pengusutan Aliran Dana ke Kadis dan Sekdis

Bukan tanpa alasan, desakan LSM Trinusa ini mengakar kuat pada pengakuan mengejutkan dari kuasa hukum tersangka JHS, Bambang Sunaryo. Dalam pembelaannya, sang pengacara membeberkan jika uang pungli sebesar Rp80 juta tersebut diduga turut mengalir ke sejumlah pihak, termasuk uang senilai Rp5 juta ke Kepala Dinas (Kadis) dan Rp15 juta ke Sekretaris Dinas (Sekdis), serta Rp10 juta ke Kepala Pasar.

Bagi LSM Trinusa, pengakuan ini merupakan petunjuk krusial (clue) investigatif yang wajib ditindaklanjuti secara serius oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Bekasi. Mandor Baya mendesak agar penyidik segera memanggil dan memeriksa oknum Kadis dan Sekdis yang namanya terseret dalam pusaran aliran dana haram tersebut.

Aliran dana ini adalah pintu masuk. Jika pengakuan itu diperkuat dengan bukti-bukti seperti transfer bank, maka tidak ada alasan bagi kejaksaan untuk menunda pemeriksaan terhadap Kadis dan Sekdis. Hukum harus tajam ke atas, jangan hanya tajam ke bawah atau berhenti di level menengah, lanjutnya dengan nada berapi-api.

Ancam Aksi Unjuk Rasa Berjilid-jilid Hingga Tuntas

Menyadari potensi adanya intervensi atau upaya lokalisasi kasus agar tidak melebar ke pucuk pimpinan dinas, LSM Trinusa Kota Bekasi mengeluarkan peringatan keras. Mereka berjanji akan terus mengawal jalannya kasus ini dari dekat.

Mandor Baya menegaskan, jika dalam beberapa waktu ke depan kejaksaan terkesan jalan di tempat dan tidak memunculkan tersangka baru dari lingkaran pejabat teras yang diduga menerima aliran dana, pihaknya akan mengerahkan massa untuk turun ke jalan.

Kami ingatkan, apabila tidak ada progres signifikan atau pengungkapan tersangka baru dari aliran dana yang mengalir ke Kadis dan Sekdis, LSM Trinusa akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran. Kami akan demo berjilid-jilid di depan Kejari dan Pemkot Bekasi sampai kasus korupsi MCK ini diusut tuntas setuntas-tuntasnya. Korupsi adalah kejahatan luar biasa, dan semua yang mencicipi uang rakyat harus mempertanggungjawabkannya, pungkas Mandor Baya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bekasi, Ryan Anugrah, sebelumnya sempat menyatakan bahwa penyidikan masih terus bergulir dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru jika ditemukan bukti keterlibatan pihak lain. Publik dan aktivis kini menunggu, sejauh mana taring kejaksaan mampu menguliti habis gurita pungli di pasar tradisional Kota Bekasi tersebut. (Red)

0 Komentar

© Copyright 2026 - TRINUSA.ID